Rabu, 16 Desember 2015

Dormkeeper (01)


Title : Dormkeeper
Part : 01
Author : tachinya
Genre : Romance, School Life, Slice of Life, Drama
Main Cast : Kim Ssayu, Park Chanyeol, Kim Jongin
Other Cast : OT12 (biar baper :v)
Rating : 13+



***

Bagaimana rasanya berpacaran dengan seorang artis KPop sedangkan fans --sepertiku hanyalah manusia biasa yang sebelumnya, ya, tinggal di luar negeri di suatu tempat terpencil.

Ya, katakanlah aku, Kim Ssayu, yang sangat menginginkannya. Hanya 'sangat meninginkannya'. Bisa kutebak, kau berpikir bahwa aku berpacaran dengan artis idola, bukan? Waah, semoga saja itu terjadi.

Memang fakta itu benar, bahwa aku menyukai seseorang di kelasku. Dia artis. Yang pasti ia jauh lebih tinggi dariku, ia sebagai main dancer di grupnya. Panggil saja stage namenya, Kai.

"Hai, Jongin! Besok pulang sekolah cepat ke ruang latihan biasanya, ya! Ada yang ingin kubicarakan kepada semua member," kata Suho kepada Kai. Kita tidak boleh memanggil stage namenya ketika mereka sedang tidak di panggung atau tempat latihan.

Ya, di sekolahku ada 4 member EXO -boygroup Kai-. Kai, Suho, Chanyeol, dan D.O. Kurasa hanya Chanyeol yang tidak merubah nama aslinya diantara keempat member di sekolahku. Si hyperactive tiang itu, aku ada suatu kisah hidup penting dengannya. Lupakan sajalah.

Hari ini ada rolling tempat duduk. Yang menentukannya adalah wali kelas kami, Mr. Lee. Sebelumnya aku duduk dengan Joowon, dia anak yang lucu namun berpikiran yadong.

"Pembagian tempat duduk menurut urutan nomor absen. Absen pertama di  depan, lalu menyamping dan seterusnya. Silahkan pindah. Waktu kalian hanya 2 menit." perintah Mr. Lee.

Akupun segera pindah dan, OMO!!
Apa-apaan ini? Kau tahu? Di depanku ada Kai, di kananku ada Suho, dan Chanyeol di belakangku. Aku.. Aku.. *oke author lupa mau nulis apa*

Pelajaran berlangsung dengan 'cukup' lancar, karena beberapa kali kulihat Suho-sshi sedang melirik ke arahku. Entah apa yang ia pikirkan. Tapi, sepertinya ada yang ingin ia sampaikan kepadaku. Hari ini aku langsung pulang saja, aku membatalkan janjiku ke rumah Hyuneul, sahabatku.

Musim gugur baru saja mulai. Pohon-pohon mulai menunjukkan daun keringnya. Berjalan di pedestrian ini membuatku nyaman. Cuaca yang mulai dingin, jalanan yang ramai, kebahagiaan yang terpancar pada wajah orang-orang yang kulihat. Musim gugur memang musim yang indah, sebelum terganti oleh salju-salju putih yang membuatku menggigil.

Aku melewati sebuah toko alat musik. Di display utama toko itu terpancar indah sebuah cahaya dari kilapan biola klasik. Aku terpaku melihatnya, membuatku mengingat masa laluku yang..

***

"Ssayu-ah! Ssayuuuu!!!" teriak Chanyeol. Duh, dia selalu saja mengagetkanku disaat seperti ini. Asyik asyik main biola, eh dikageti. Tetapi ini tidak separah kemarin, ketika ia sengaja mengagetkanku hingga salah satu senar biolaku putus.

"Ada apa, Chanyeol-sshi?" tanyaku.

"Kau bermain biola lagi? Apa bisa? Kan, senarmu hilang 1," kata Chanyeol.

"Hilang hilang dengkulmu kidal, kan kemarin kau yang menyebabkan senarku putus! Haha, tidak ada yang tidak bisa dilakukan Sang Mastah Violin ketika bermain biola, yah meskipun permainanku jadi amburegul gini sih," protesku.

"Hehehe, mian! Ayo! Ikut ke rumahku!" kata Chanyeol lalu menarik tanganku keluar kelas. Belum dijawab, eh sudah ditarik saja. Selalu begitu.

Ya, dulu Chanyeol memang sangat dekat denganku. Kakek kami adalah sahabat dekat, sehingga kami juga tertular (what?). Kami sudah seperti ini sejak 8 tahun lalu, ketika aku berumur 4 tahun.

"Taraa! Sebagai ganti yang kemarin, kubelikan biola baru! Hehehe, bagus kan? Ayo coba main biola yang ini!" kata Chanyeol. Aku terpaku memandang biola klasik dengan body mengkilap seperti sepatu yang baru saja disemir. Ujung biola itu berbentuk mirip seperti sulur-suluran tanaman. Ini indah sekali.

"Kau hanya memutuskan 1 senar, pabbo! Bawa saja ke servis! Untuk apa beli biola lagi? Ini 'kan biola mahal!" protesku.

"Tidak apa-apa, ini lebih bagus. Sini, mana biolamu, berikan kepadaku sebagai gantinya!" kata Chanyeol lalu merebut biola yang kubawa.

***

"Ssayu? Ssayu-ah?", Chanyeol tiba-tiba ada di depanku.

"Eh? AAHHH!! AAAHHHH!!! ADA PENCULIK!!" teriakku kaget.

"Ssttt! Diamlah! Aku Chanyeol, bukan penculik! Chanyeol"

"Chanyeol?"

"Iya, Chanyeol. Chan. Yeol. Chanyeol. Sudah lama kita tidak jalan-jalan, ke kafe yuk!"

"Hah?"

Yah, memang. Kami sudah lama --sangat lama tidak jalan berdua. Terakhir mungkin ketika kelas 2 SMP. Sekarang? Yah, sudah 2 tahun yang lalu.

- TO BE CONTINUED -

Gimana? Gimana? Hehe :3 absurd yha, iyaaa :v author udah berbulan-bulan ga nulis FF nih hehe :3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar setelah membaca adalah yang terbaik!